Surat untuk Ibu, di Hari Ibu

Hmm Desember, bulan ke-12 di tiap tahunnya. Setiap kita dengar bulan Desember, terlintas di benak kita dengan hari Natal, cuti bersama di penghujung tahun. Begitu? Ada hari yang sangat spesial di bulan Desember yang mungkin sebagian orang atau anak lupa sama hari itu, hari apa? ya betul, Hari Ibu ! Suatu premis yang menarik buat dibahas, selamat bulan Desember,selamat datang hari Ibu .

Ngomongin hari Ibu  yang jatuh tepat di setiap tanggal 22 Desember, kayanya ga ada abisnya deh. Gue ga tau kenapa hari Ibu itu jatuh setiap tanggal 22 Desember dan gimana sejarah nya itu terbentuk, karena gue kuliah di jurusan komunikasi bukan di ahli sejarah hehe.. Menurut gue pribadi ngerayain hari Ibu  itu ga harus pas di tanggal 22 Desember lo, bisa setiap saat ngerayain hari Ibu dan gue sendiri pun nanggepin hari Ibu itu setiap hari. Kenapa? Karena, mulai dari gue keluar dari rahim sampai sekarang umur gue 23 tahun, Ibu selalu ada di samping gue, gue punya sosok Ibu yang sangat sayang sama anak-anaknya. Pastinya semua Ibu  di dunia pun begitu.

Gue anak pertama dari tiga bersaudara, gue dibesarkan di keluarga yang mungkin ga sama dengan anak anak lainnya. Semenjak Papa pergi ninggalin Ibu  dan anak-anaknya, gue dibesarkan oleh Ibu. Gue mempunyai sosok Ibu  yang penyayang, pengertian, pekerja keras, rela berkorban demi anak-anaknya. Ibu  yang selalu ngasih semangat di saat gue ngerasa jenuh sama apa yang gue jalanin. Ibu  yang selalu ngertiin kondisi gue di saat gue rapuh dengan kondisi dan situasi gue. Ibu  yang ga pernah bosan untuk ngingetin gue sabar, dan ga gampang nyerah untuk mewujudkan mimpi-mimpi gue.

Semenjak menjadi anak broken home, gue hampir pesimis dan nyerah buat nerima kenyataan. Sekolah gue berantakan, sampe gue punya pemikiran “Apa bisa Ibu  gedein gue sama adik-adik gue tanpa seorang Bapak?”  dan sekarang gue percaya sama omongan orang yang pernah gue denger “Ibu  itu bisa menjadi Ibu  rumah tangga sekaligus Bapak bagi anak-anaknya, sedangkan seorang Bapak belum tentu bisa melakukan itu”. Omongan itu bener-bener terbukti. Delapan tahun lamanya Ibu menjadi single parents atau orang tua tunggal,  selama itu juga Ibu  membesarkan gue dan adik-adik gue sampai gue dan adik gue bisa selesaikan sekolah. Apapun Ibu  lakukan buat kita bertiga, gimana pun Ibu  selalu kasih semangat buat kita.

Ibu  bekerja sebagai buruh yang bila dipikir secara logis “Bisa membesarkan anak tiga dengan hasil minim?” Alhamdulillah, Mom felt so blessed. Nyatanya Ibu bisa membuktikan omongan itu. Gue selalu mensyukuri nikmat dan menikmati syukur yang Ibu  berikan ke  gue. Ga ada yang lebih berharga di dunia ini selain kasih sayang Ibu kepada anaknya yang ga akan pernah bisa dibayar dengan apapun.

Selama 9 bulan kita di rahim Ibu, dibesarkan dengan kasih sayang. Dia rela bertaruh nyawa saat melahirkan kita, dia rela harus terbangun dari tidur malamnya karena kita menangis. Dia tak pernah lelah untuk mengajarkan kita, dia tak pernah bosan untuk mengingatkan sesuatu yang terbaik kepada kita. Dan dia selalu ikhlas membesarkan anaknya walaupun kadang harus berurai air mata.

Maaf Bu, mungkin Ai belum bisa jadi anak yang terbaik buat Ibu. Kadang Ai suka berkata kasar di saat emosi, kadang Ai pernah buat Ibu  menangis. Kadang Ibu  pernah kecewa dengan perbuatan Ai. Makasih Bu buat semuanya, buat kasih sayang yang ga akan pernah hilang sampai kapan pun, makasih Bu buat pengobanan Ibu  yang ga akan bisa digantikan dengan apapun. I proud of you, Mom… Ai sayang Ibu , Ai selalu berusaha dan ga akan pernah berhenti berusaha menjadi anak yang terbaik dari yang terbaik di mata Ibu. Selamat hari Ibu , buat Ibu  yang selalu Ai sayang. Anak mu ga akan nyerah buat Ibu  bangga, anak mu akan selalu ada disamping mu. Ibu  selalu ada disetiap do’a dan langkah kami. Sekali lagi selamat hari Ibu , dan semua Ibu  di dunia. Sayangi Ibu , jaga dia dan jangan sampai kita melakukan hal yang membuat dia menangis dan kecewa. Kasih sayang seorang Ibu  sepanjang hayat. Sosok orang yang paling berharga dalam hidup kita adalah Ibu . Selamat hari Ibu , I love you so much Mom Olief Serita

 

 

 

                                                                                                                                                Regards,

Arie Haqiqi Benovadly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + eleven =