Kereta Pertamaku Menuju Pendidikan Jurnalistik

Tepat pukul 05.10 WIB, tanggal 20 Januari 2018, pagi itu saya bergegas bangun dan berbenah diri. Bukan untuk berangkat bekerja namun untuk menimba ilmu dan pengalaman diri. Ya, saya sedang akan mengikuti pendidikan jurnalistik yang diadakan Radio Komunitas Marsinah FM. Alhamdulilah, saya adalah salah satu penyiar di radio komunitas tersebut.

Senang sekali rasanya, pagi itu aya bersama kawan – kawan seperti mbak Dian, Bunda, Uni, Fitri, Iis, Dona, Darsih, Bu Jum, Kokom, Tika, Nani, mas Admo, dan kakak Ari berangkat bareng dari Jakarta ke Bogor, yang lebih menyenangkan lagi, hari itu adalah hari pertamaku naik kereta. Dari stasiun kereta, saya dan kawan- kawan mulai berangkat. Rasa senang dan mengantuk bercampur aduk menjadi satu mengiringi perjalanan saya naik kereta. Ingin rasanya, saya menyanyikan lagu “Kereta Malam”, itu lho sebuah lagu yang dinyanyikan biduan cantik bernama Camelia Malik. “Jig.. jag…gijug … gijag.. gijug… kereta berangkat”. Ingin hati menyanyi, tapi malu sama penumpang sekitar. Ternyata, nyaman naik kereta.

Setibanya di lokasi penginapan Balong Kabayan, Bogor, ternyata tempatnya asri, nyaman, berkolam renang pula. Sebelum kelas dimulai, kawan – kawan berenang bersama untuk sekedar bersenang – senang. Sayang, saya tidak bisa ikut berenang karena sedang berhalangan. Namun, saya mencoba terapi ikan yang disediakan penginapan Balong Kabayan.

Jam 14.00 WIB, kami sudah mulai belajar tentang jurnalistik Marsinah FM dengan Dian sebagai nara sumber. Tentang apa itu radio komunitas, apa bedanya dengan media komersil. Sebelumnya, kami diajak menonton berbagai liputan tentang Marsinah FM untuk mengenal bagaimana kiprah radio komunitas Marsinah FM selama ini, yang dipandu oleh kakak Ari.

Jarum jam menunjuk angka 5 sore ketika waktu istirahat tiba, kami pun diperkenankan memancing di kolam pemancingan. Lomba mancing antar peserta pun dimulai. Hasilnya akan digunakan untuk menu makan malam kami nanti. Saya begitu bersemangat memancing, lucunya, malah tidak dapat dapat ikan. Kuganti kailnya, kuganti umpannya, kupindah tempat, tetapi tetap saja umpan tidak disambar ikan dan akhirnya saya diledek sama kawan – kawan. Kesal bercampur seru dan lucu.

Setelah makan malam hasil pancingan (pancingan hasil teman – teman), kami mulai belajar lagi tentang radio komunitas Marsinah FM dan website Marsinah FM sampai jam 21.00 WIB. Selepas belajar, beberapa teman masih ada yang berenang dan terapi ikan, tapi saya memilih istirahat tidur.

Esoknya, jam 09.00 WIB, kami pun mulai belajar kembali. Kelas kali ini adalah tentang berbagi pengalaman BAMBU (Barisan Maju Buruh). BAMBU adalah tim organiser FBLP (Federasi Buruh Lintas Pabrik) yang mendirikan radio komunitas Marsinah FM. BAMBU juga lah yang selalu turun ke lapangan untuk mempromosikan radio komunitas Marsinah FM dan merekrut penyiar baru. Kawan – kawan BAMBU saling berbagi pengalaman dan suka duka dalam mengorganisir buruh, yang tentu saja banyak liku dan terjal. Meski saya bukan bagian BAMBU, namun saya turut merasakan suka dan dukanya.

Menjadi Tim Organiser BAMBU FBLP
Maju Terus BAMBU FBLP
BAMBU, Bisa Bertahan, Siap Melawan!

Setelah kelas selesai, saya dan kawan – kawan bergegas bersiap – siap untuk kembalik ke Jakarta.

Terimakasih Marsinah FM, dan terimakasih kakak Ari Widiastari selaku ketua panitia dan wakil koordinator Marsinah FM yang mengajak kami pendidikan jurnalistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + 10 =