ISD: KP-FMK TUNTUT PENDIDIKAN GRATIS DAN UPAH LAYAK!

Selasa, 17 November 2015, Komite Persiapan – Federasi Mahasiswa Kerakyatan (KP-FMK) secara serentak di 7 kota menggelar Aksi Serentak Nasional untuk memperingati International Student Day atau Hari Pelajar Sedunia. Menurut Koordinator KP-FMK, Hasim Suparno aksi tersebut dilaksanakan serentak hari ini oleh seluruh jaringan federasi di Palu, Mamuju, Makassar, Samarinda, Yogyakarta, Jakarta dan Tangerang. “Hari ini, kami menuntut pendidikan gratis dan sekaligus bersolidaritas untuk mogok nasional buruh yang akan digelar pada tanggal 24 nanti” ujar Ocul, panggilan akrab mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda ini.

Aksi ISD depan Kampus Untad - Palu

Aksi ISD depan Kampus Untad – Palu

Di pukul 07.00 WITA, SEMAD, NORMA RAE, KAPAK, LOGOS, dan organisasi eksternal maupun interna kampus yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Untad sudah mulai melakukan aksi di depan kampus universitas Taduloka. “Ini merupakan aksi protes terhadap kondisi pendidikan yang sudah sedemikian kompleks. Terutama, biaya pendidikan mahal yang membuat banyak orang tidak dapat mengakses pendidikan karena kemiskinan. Selain itu, pendidikan di Indonesia sama sekali tidak demokratis, mahasiswa tidak boleh melakukan aktivitas kritis & ilmiah di Kampus. Negara benar-benar mengarahkan pendidikan untuk melayani kapital” kata Ida Ayu memberi keterangan terkait aksi yang dilakukannya. Ia juga menambahkan, aksi yang mereka lakukan sempat direpresi oleh preman yang diindikasi adalah bayaran kampus. “Kami sudah menjelaskan dengan terang tentang aksi ini. Tapi mereka (preman) tetap memaksa kami membubarkan. Ada polisi, tapi terkesan membiarkan” Abdi Lasyta, ketua SEMAD menjelaskan saat ditanya kronologi kejadian.

Aksi yang sama juga dilakukan KP-FMK Makassar di kota Makassar. Srikandi, FMK dan FGM bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) menggelar longmarch dari depan Universitas Muhammadiyah hingga ke kantor DPRD Kota Makassar. Dalam rilis AMI, menjelaskan bahwa peringatan ISD sebagai upaya untuk membangun kepeloporan gerakan mahasiswa dalam melawan kapitalisasi pendidikan. Ini adalah bentuk ekspresi keprihatinan atas buruknya sisem pendidikan nasional yang sarat komersialisasi. Pendidikan hari ini telah menjadi barang dagangan, universitas tak lagi berperan sebagai lembaga yang akan menentukan perkembangan ilmu pengetahuan, tapi sebagai lembaga pencetak calon buruh terdidik dipaksa untuk siap bertarung di arena liberalisasi pasar tenaga kerja era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Untuk itu kami menuntut cabut seluruh perangkat UU yang meliberalkan pendidikan dan menolak MEA. Aksi ini juga sebagai bentuk solidaritas kami kepada buruh yang sedang berjuang menola PP Pengupahan 78/2015. Sebagai calon buruh, tentu kami menolak politik upah murah dan anti serikat yang didengungkan pemerintah” Kata Gunawan Songki, Koordinator Aksi.

Aksi ISD di Kampus Mulawarman - Samarinda

Aksi ISD di Kampus Mulawarman – Samarinda

Lain lagi di Mamuju, Lingkar Mahasiswa Kerakyatan bersama gerakan setempat memperingati ISD dengan mengelar rangkaian acara di Posko Solidaritas untuk buruh di kampus. Acara ISD ini di isi dengan teatrikal tentang situasi pendidikan, puisi, orasi politik dan kesenian lainnya. Accunk Nhebo, salah satu panitia kegiatan mengatakan agenda tersebut sebagai wujud perlawanan terhadap komersialisasi pendidikan sekaligus mempertegas karakter mahasiswa kerakyatan dan mengabarkan kepada massa bahwa perlawanan-perlawanan rakyat yang ada di indonesia, kaum intelektual harus mendukung dan terlibat sebab semua rakyat tertindas memiliki musuh yang sama yaitu kapitalisme.

Di Yogyakarta, Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta tak ketinggalan terlibat dalam peringatan ISD. Mereka longmarch dari depan kampus APMD menuju pertigaan UIN SUKA. Menariknya, beberapa massa aksi membuat body painting sebagai simbol kemarahan mereka terhadap rezim anti rakyat. Di Utara Indonesia, Samarinda, JGMK juga melakukan hal serupa. Wawan Darmawan, menjelaskan aksi ini melibatkan banyak organisasi mahasiswa di kampus Universitas Mulawarman. Tuntutannya tidak jauh berbeda dengan kota-kota lain. “Kami mengkritik kebijakan kampus yang sering mengekang dan mempersempit hak demokrasi di kampus” ungkapnya.

Aksi ISD di depan Kampus Untirta - Serang

Aksi ISD di depan Kampus Untirta – Serang

Sementara itu, UMC kota Tangerang dan Komite Aksi Pendidikan Jakarta di hari yang sama juga melaksanakan aksi. Carlos Silalahi pengurus UMC mengkritik pemerintah yang menurutnya melanggar UUD 1945 pasal 31 ayat 1 yang mana menegaskan bahwa setiap warga negara berhal mendapatkan pendidikan dan negara wajib membiayainya. Menurutnya, rezim saat ini memilih tunduk dan patuh terhadap kapitalisme. Padahal indonesia tidak mempunyai syarat sebagai negara yang pendidikannya mahal. “Jika potensi alam yang melimpah dapat dikuasai sendiri maka bisa dipastikan seluruh rakyat akan sejahtera dan tentu berpendidikan” tegasnya. Hal senada dikatakan Muhammad Yusuf. Menurutnya, negara harus kembali bertanggungjawab untuk lebih memperbesar subsidi pendidikan, bukan malah  memotong subsidi rakyat sesuai permintaan neoliberalisme. “Pendidikan adalah kebutuhan primer seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, pendidikan adalah isu kita bersama. Kami mengajak seluruh gerakan rakyat untuk terlibat dalam memperjuangkan pendidikan gratis dan berkualitas. Kami juga menyerukan kepada seluruh gerakan mahasiswa untuk mendukung mogok buruh pada tanggal 24 November. Mendukung perjuangan petani Rembang dan seluruh Petani yang tengah melawan korporasi, militer dan pemerintah” pungkasnya dalam orasi.

Aksi ISD di depan Istana Negara

Aksi ISD di depan Istana Negara

Ocul membenarkan bahwa KP – FMK dalam waktu dekat ini selain mengkampanyekan dan meluaskan perlawanan terhadap isu pendidikan, juga sedang menggalang kekuatan di gerakan mahasiswa untuk mendukung perjuangan rakyat, dan yang paling dekat ini adalah pemogokan nasional gerakan buruh. “jaringan-jaringan kami di beberapa kota sudah membuat konsolidasi, membangun posko-posko solidaritas, dan menyebarkan selebaran dan bahan bacaan kenapa harus mendukung mogok buruh. Sebab kami yakin, dengan persatuan dan solidaritas perlawanan-perlawanan rakyat akan lebih dekat dengan kemenangan-kemenangan”tutupnya.

 

Oleh : Marsinah Dhede

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =