Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Buruh Perempuan

Diskusi publik menjadi salah satu program Posko pembelaan Buruh Perempuan, seperti diskusi Publik dengan tema Deteksi dini Kanker Payudara pada buruh Perempuan pada tanggal 27 Oktober 2019, yang bertempat di Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan ( RP3 ) KBN Cakung.

Tema ini diambil sebagai upaya penyuluhan dan sosialisasi agar buruh perempuan mendapatkan informasi. Dihadiri oleh 60 buruh perempuan dari berbagai pabrik diskusi tersebut menghadirkan beberapa narasumber sebagai berikut:

1. dr Jen Richi Br. Tarigan ( dokter umum Puskesmas Kecamatan Cilincing)
2. dr .O. Kurniawan,MKM ( dokter RS Islam Sukapura)
3. Dwi Iswandari,AMK (Promososi Kesehatan PuskesmasKec. Cilincing )
4. Ns. Safitri Wulandari, S.kep (Promosi Kesehatan Puskesmas Kel. Sukapura)
5. Titin Wartini (Relawan Posko)

Acara tersebut dimulai pukul 16.00 Wib di pandu oleh Darsi dan Lindah diawali dengan sambutan dari Kordinator Posko Pembelaan buruh perempuan yaitu Bunda Sultinah, dalam sambutannya bunda Sultinah menyampaikan

“ Selamat Sore , Terima kasih kepada semua yang hadir disini, terima kasih juga buat Federasi Buruh Lintas Pabrik dan terima kasih juga kepada Perempuan Mahardhika yang telah mendukung diskusi Publik ini, kita sebagai perempuan rentan terkena kanker, beragam jenis kanker salah satunya adalah kanker payudara, itu kenpa sore ini kita berkumpul di RP3 ini tujuan dari diskusi publik ini adalah:
– Memberikan informasi untuk buruh perempuan tentang bahaya kanker payudara serta pencegahan dan penanganannya
– Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi
– Melakukan pencegahan dini atas kemungkinan penyakit yang membahayakan tubuh”

Dalam Penyampaian dan Presentasi dari dokter O Kurniawan dan dokter Jen Richi

– Apa Itu kanker Payudara ?
Kanker payudara adalah kanker yang berasal dari kelenjar, saluran dan jaringan penunjang payudara( tidak termasuk kulit payudara) dan kanker payudara merupakan jenis kanker nomor 2 terbanyak pada perempuan di Indonesia

– Bagaimana mengetahui kanker payudara ?
Menurut dokter Jen Richi, lakukanlah SADARI ( Periksa Payudara Sendiri ) sebulan sekali sesudah haid, jika ditemukan benjolan atau perubahan pada payudara (dibandingkan dengan keadaan pada bulan sebelumnya ), mungkin saja itu merupakan suatu tumor. Bisa tumor yang jinak atau ganas (kanker). Tumor yang jinak biasanya tidak semakin besar dan kalau diraba permukaan tumor terasa halus dan segera periksakan diri ke dokter. Jika kanker dapat ditemukan secara dini (yaitu bila ukuran tumor lebih kecil dari 1 cm) dan dianjurkan dokter untuk operasi, jangan menunda operasi tersebut , karena jika operasi segera dilakukan kanker akan lebih mudah disembuhkan.

Lalu dokter Jen Richi menambahkan bahwa memiliki rasa takut dengan operasi adalah wajar, namun cobalah kita sayangi tubuh kita karena yang tahu dan paham akan yang di rasa oleh kita adalah tubuh kita, karena kalau kita sakit maka dampak akan juga kepada keluarga, jadi yukkk … yang sehat tetap harus sehat dan yang sakit harus sehat.

Cukup banyak yang bertanya dari buruh perempuan, dan diskusi menjadi interaktif .

Menurut dokter O Kurniawan, Perempuan yang memiliki resiko tinggi harus lebih waspada , jika mau menggunakan obat – obat hormonal sebaiknya harus sepengetahuan dokter

– Apa saja faktor- faktor resiko kanker Payudara ?
Sehingga saat ini penyebab pasti kanker Payudara belum banyak diketahui, yang sudah diketahui adalah faktor- faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya kanker payudara, yaitu:
a. Mendapat haid pertama pada umur kurang dari 10 tahun
b. Menopause ( berhenti haid) setelah umur 50 tahun
c. Tidak pernah melahirkan anak
d. Melahirkan anak pertama sesudah umur 35 tahun
e. Tidak pernah menyusui anak
f. Pernah mengalami operasi pada payudara yang disebabkan oleh tumor jinak atau tumor ganas payudara
g. Diantara anggota keluarga ada yang menderita kanker payudara

Dalam penyampaian dan presentari dari Relawan Posko Titin Wartini

Pertama, Terima kasih, saya Titin Wartini dari Relawan Posko tidak membuat power point seperti kedua dokter, sebelumya saya ingin menyampaikan siapai sih relawan posko? Relawan Posko lahir dari hadirnya Posko Pembelaan Buruh Perempuan, Relawan posko mempunyai fungsi dan tugas sebagai tempat untuk berbagi informasi, menerima pengaduan dan memberi pembelaaan dan advokasi untuk menghentikan Pelecehan dan kekerasan seksual di tempat kerja yang saat ini berfokus di Kawasan Berikat Nusantara Cakung.

– Kedua, saya ingin menyampaikan situasi buruh perempuan. Bermula dari diskusi bersama teman – teman buruh perempuan yang pernah mengalami operasi terkait payudara, Betul bahwa buruh perempuan masih minim akan hak kesehatan reproduksi, bukan tanpa alasan teman – teman buruh perempuan minim akan informasi. Situasi kerja di pabrik yang harus menghasilkan produksi, lalu situasi kerja domestik yang saat ini masih banyak di emban oleh perempuan, kedua situasi ini menjadikan buruh perempuan terus berpacu dengan waktu, berdasarkan situasi tersebut kami posko pembelaan buruh perempuan melakukan diskusi- diskusi terkait hak kesehatan reproduksi dan hasilnya buruh perempuan menyambut baik terkait dengan hak kesehatan reproduksi sehingga terjadi hari ini diskusi publik

– Ketiga, saya atas nama relawan posko mengajak sekaligus mendorong buruh perempuan untuk lebih mencari tahu tentang kesehatan reproduksinya sendiri, dan juga ini menjadi tanggung jawab pemerintah dan pengusaha agar buruh perempuan lebih mudah mendapatkan informasi dan juga akses, dalam hal ini tentu saja ada kebutuhan selain sosialisasi yaitu adanya posyandu bagi buruh perempuan, saya pikir ini tidak berlebihan Posyandu perempuan untuk semua perempuan, tapi juga menjangkau buruh perempuan, jadi bisa diadakan diluar hari kerja atau lebih baiknya di hari kerja dan mendatangi ke tempat kerja sehingga buruh perempuan bisa melakukan pemeriksaan kesehatan misalnya pemeriksaan tes mata, periksa kehamilan dll juga bisa berkonsultasi.

– Biasanya diskusi publik diadakan di hari kerja, dan sekarang diluar hari kerja atau hari libur, itu upaya untuk mengajak buruh perempuan memiliki kesadaran kesehatan reproduksi sehingga berani keluar rumah untuk mendapatkan informasi terkait kesehatan tubuhnya

Penyampaian Titin Wartini sangat mendapatkan respon dari dokter bahwa ini sangat positif, dan butuh bekerjasama agar bisa terealisasi, lalu dokter mensosialisasikan tentang GP2SP (Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif)
GP2SP adalah: upaya dari pemerintah, masyarakat maupun pemberi kerja dan serikat pekerja untuk menggalang dan berperan serta guna meningkatkan kepedulian dan mewujudkan upaya memperbaiki kesehatan buruh perempuan sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan meningkatkan kualitas generasi penerus GP2SP berfokus pada :
1. Mendorong ASI eksklusif 2 tahun
2. Implementasi program KESPRO
3. Implementasi perbaikan status gizi pekerja
4. Pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular
5. Upaya peningkatan kesehatan lingkungan kerja

Diskusi Publik ditutup pukul 18.00 Wib dengan Ice breaking dari mbak Dwi dengan lagu “saya senang hidup sehat dan produktif” dan berpoto bersama

Terima kasih dan salam kesehatan

Oleh Lindah


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 16 =