Apa Itu Infertilitas (kemandulan) dan Faktor Penyebabnya

Percakapan tiga orang buruh perempuan sepulang kerja.

Titin : Andaikan saya punya anak pasti saya sangat bahagia, kalau punya anak, saya berencana nggak mau kerja. Saya mau ngurus anak sama suami saja, dari gadis sampai sudah menikah, saya kerja terus, pengen rasanya istirahat di rumah aja.

Warti : sudah berapa lama sih kamu nikah Tin? Emang,  kalau nggak kerja sudah cukup ya gaji suami kamu Tin? Kalo saya pengennya kerja saja, punya penghasilan sendiri jadi enak, kalau bergantung gaji suami capee deh…. gaji saya sama suami besar gaji saya, kadang kasihan juga sama suami, kalau saya ngomong soal gaji, dia kayanya korban perasaan gitu. Tapi mau gimana memang, itu faktanya. Kebutuhan terus bertambah

Titin : Kalo dibilang cukup banget sih nggak War, lagi ini juga baru rencana. Terkadang ada jenuh kerja terus, gaji saya sama suami sama sih, dan kang Helmi sudah terima bersih semuanya, pakaian siap pakai, makanan tinggal makan, jadi kadang saya keteteran ngurus kerjaan rumah. Nggak ada habisnya (curhat)

Dona : Logikanya gini kali ya, secara tiap bulan kita terima gaji dengan jumlah yang sama, sedangkan pengeluaran setiap bulan pasti berbeda diluar kebutuhan. Tetiba ada kondangan, ada sodara sakit,  contoh nih : karena buat kebutuhan masih kurang makanya si Euis anak sewing Line 8  kerja sampingan di daerah Walang gitu ( sambil ngomong tanpa sadar matanya tertuju pada pandangan yang menyenangkan )

Donna : Wartiii… Titin…..   liat… liat ….. itu anak lucu sekali, ampun mak  …..anak siapa sih (heboh sendiri)

Titin : Ku menikah sudah jalan 4,5 tahun, tapi sampe sekarang belum dikasih momongan, mertua tanya melulu, jadi  ceritanya setelah menikah saya dan kang Helmi sepakat pake KB mbak, tahu sendirilah kalau kerja dalam kondisi hamil kayanya berat dan takut nggak sanggup kerja karena target, belum lagi resikonya di pabrik, sekarang sudah 2 tahun saya lepas KB, tapi belum hamil juga

Titin : Kadang saya ini kok merasa serba salah ya, dulu saya belum menikah ditanya mulu kapan nikah, setelah nikah masih juga ditanya lagi, kapan punya anak, jangan satu anak lah, dua anak lah paling banyak 3 anak lah cukup (sedikit sedih)

Warti : Pertanyaan kapan nikah, kapan punya anak itu aku pernah alami, aku cuma jawab sabar toh, tapi kakak aku yang laki – laki nggak ditanya sedetail aku lho dan aku malas juga nanya – nanya kakakku yang sampai sekarang betah dengan status jomblonya

Donna : Sama dong mbak, saya juga betah dengan status Jomblo, kalo saya ini menikah atau tidak menikah ya itu pilihan saya, pun mau punya anak atau tidak juga pilihan saya, kalo saya ikuti mau keluarga terus aduh cape, butuh waktu lumayan lama buat kasih penjelasan ke keluarga, nah… sekarang keluarga saya kayanya bosan tanya – tanya terus mbak … baguslah (sambil fokus pandangi wajah Titin)

Titin : Aku juga pengennya gitu Don, tapi keluargaku kuatir dengan usiaku yang sudah diatas 30 tahun belum punya anak, katanya batas perempuan melahirkan itu sekitar usia 35 tahunan gitu, beda dengan dengan laki- laki walaupun sudah usia 60 tahun masih bisa membuahi, mungkin itu ya alasan kenapa kakaknya mbak Warti nggak ditanya sampe detail.

Donna : Tin, kamu KB apa dulu ? Suntik atau pil atau KB tanggal ?

Titin : KB suntik Don, sekarang sudah tidak lagi tapi belum juga hamil

Donna : 0hhhhhh…… Coba pake gaya 69 Tin, pasti manjur, atau gaya ikan lele kurang air gitu (sambil senyum)
Donna : Maaf ya Tin, bercanda (sambil gelendotan di pundak Titin). Tertawalah mereka bertiga, begitulah cara buruh perempuan bercanda dan menghilangkan penat setelah seharian bertarung dengan target dan pengapnya kondisi di pabrik

Warti : Tin, coba periksa ke dokter ajak juga suami kamu biar sama – sama tahu
Titin : Kang Helmi gak mau mbak, katanya mungkin Tuhan belum percaya sama kita, sabar aja sayang, nanti juga akan ada masanya kita punya anak

Donna : ssstttt Tin, jangan – jangan Suami kamu mandulll atau ejakulasi dini

Titin : Ihhhh… Donna apa sih, ….. kalau ngomong sembarangan aja, dasar lidah nggak bertulang (merajuk dikit)

Warti : Tau nih si Donna kalau ngomong, eehhh…….. tapi ada benernya juga si Donna Tin, jangan marah Tin, semoga aja kamu sama kang Helmi nggak mandul ya …. Amieennnn

Titin : Donna, kata mandul tuh sering aku dengar, tapi apa yang dimaksud mandul? ada kaitan dengan sperma  nggak sih?

Warti : sama Tin, aku juga penasaran apa sih penyebab kemandulan ? memang ada ya cara memperoleh kualitas sperma yang baik yang dapat menghasilkan keturunan?

Donna : waduhhh … pulang kerja obrolan kita kok ke arah kesehatan reproduksi ya,, hehehehehehe (sambil Garuk –garuk hidungnya)

Donna : Kalau aku bisa menjawab pertanyaan kamu berdua,  kalian mau kasih aku apa?  candanya

Warti : Donnaaaaaa, mana mungkin kamu bisa jawab… ehhh tapi bener ding. Sekarang Donna itu temannya banyak, ya kali aja iya bisa jawab ( Warti langsung berharap jawaban )

Titin : Ya, gitulah Warti… namanya juga Donna, paling jawabannya ya adopsi anak atau mancing anak atau apalah… apalah.apalah… tapi terkadang apa yang dibilang Donna itu terjadi, jangan jangan Donna nih cucu mbah Jambrong wkwkwkkwkwkwkkwkwkwkwkkkk ( Titin tertawa puas berhasil ledekin Donna )

Donna : Friend… makanya gaol ……gaoll dong

Donna : Mandul itu bisa suaminya bisa istrinya tau gakkkk sih (dengan santai )

Donna : Mandul bagi laki- laki ialah tidak mampu menghasilkan kehamilan karena buah pelir tidak dapat memproduksi sel spermatozoa sama sekali (sambil keluarkan rokok)

Titin : Masa, trus….. trussss  Kalau mandul  bagi perempuan, apa Donn ( penasaran )

Warti : Buruan Donna……  jangan merokok dulu sih, merokok mulu  kaya kereta api,  apa sih enaknya merokok?

Donna : iiiiiihh… kalian nih kenapa rupanya, nafsu betul sama jawaban mandul bagi cewek ( nggak jadi merokok)

Donna : Mandul bagi perempuan ialah tidak mampu hamil karena indung telur mengalami kerusakan sehingga tidak mampu memproduksi sel telur.

Donna : Begitu friend

Donna :  Mbak Wartiii… kujawab pertanyan dirimu ya : faktor penyebab kemandulan bisa disebabkan oleh macam- macam faktor.
1. Kelainan anatomis maksudnya anatomis itu, ini lho ‘ bentuk dan letak organ reproduksi’ misalnya : rahim pendek atau buntu, tidak memiliki ovarium
2. Kelainan genetik : hormon untuk fungsi reproduksi tidak bekerja sempurna, sehingga fungsi organ reproduksi menjadi terganggu, nah  kelainan ini bisa terjadi pada perempuan atau laki- laki
3. Kualitas ovum, ovum itu sel telur, jadi sel telur atau sperma yang buruk bisa menjadi salah satu faktor penyebab kemandulan
4. Ada gangguan penyakit seperti tumor, dan penyakit menular seksual atau biasa di sebut PMS.

Donna : Idiiihhh……. Kenapa … kalian berdua kaya orang aneh lihat aku… takjub ya ternyata Donna bisa jawabbbb…. makanya Iqrooo… iqroooo baca, baca ( melihat Titin & Warti memandang Donna dengan serius )

Warti : Angkat jempol buat kamu Don, dari mana kamu belajar? ( heran dan senang )

Titin : Ya… ya .. ya tapi cara memperoleh kualitas sperma yang baik  yang dapat menghasilkan keturunan itu ukurannya apa ya Donna?

Donna : Sebelum kujawab, kuminum dulu ya hausssssss nihhh ( Sambil buka botol minumnya )

Donna : Titin , Warti ……jawab ya pertanyaanku ini. Apakah suami kalian kalo makan yang bergizi atau nggak ?

Warti : Iyalah bergizi plus bersih plus mengandung vitamin ( bersemangat )

Donna : Oke, kujawab ya. denger ya

Donna : Untuk  memperoleh kualitas sperma yang baik sangat bergantung pada makanan yang bergizi, perawatan kebersihan alat reproduksi laki- laki dan cara berpakian, sering memakai celana jeans dapat mempengaruhi kualitas sperma. kan, kualitas sperma bisa dilihat dari kekentalannya, kegesitannya, serta ukuran dan jumlah sperma tersebut, (itu berdasarkan uji laboratorium), Suhu panas juga bisa menurunkan kualitas sperma lhooo.

Warti : Owwww  …..  gituuu, asyyiiiiik juga ngomongin soal kesehatan laki- laki dan perempuanya, Tin sebaiknya kamu periksa gih ….( Hp Warti tiba – tiba berdering rupanya suaminya sudah menjemput, samar – samar terdengar suara buruuuan jangan rumpi terus )

Warti :  O,iya Donna, Titin Aku duluannnya jemputan sudah datang, sampai ketemu besok ya ( agak terburu – buru )

Donna : Iya Tin, baiknya kamu periksa tapi saranku selain periksa coba konsultasi dengan dokter juga biar sekalian dapat penjelasan

Titin : Iya Donna,  terimakasih ya sudah berbagi pengetahuan, iya aku dan kang Helmi akan konsultasi

Titin : Don… kalau aku mandul, jangan – jangan kang Helmi nanti minta poligami, gimana Don ?

Donna : Titin, seandainya kamu mandulpun bukan berarti kiamat tau gak ? santai…friend

Donna : Tin, udah jangan yang berat- berat mikirnya, baiknya kamu komunikasikan dengan Helmi, pulang gih. ( biar Titin nggak galau)

Titin : Don , aku tinggal ya, aku mau ke alfamart dulu beli kebutuhan kamar mandi, sampai ketemu ya besok di pabrik …byeee

Donna : Iya, hati- hati ya…… ( Tarik Nafas )

Donna : Senang sering membaca artikel, jadi bisa disebar ke kawan yang lain, makan bakso dulu ahhh … lapar

Donna :  Bang … bang,  bakso dong  jangan dikasih togeee ya

Donna : Ya …. lupa masih ada yang mau disampaikan ke Titin dan Warti, tapi sudah pada pergi, terpaksa deh ngomong sendiri : umumnya untuk mengatasi kemandulan, diperlukan serangkaian penangan medis. Di antaranya melalui obat – obatan dan tindakan operasi

Donna : Aihhhhhhh……  Jadi inget si Euis yang nanya soal Kanker Payudara ( ngomong sendiri )

Terimakasih, selamat membaca dan jangan lupa bahagia

Oleh: Thien Kusna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 19 =